Ubah Kebiasaan Buruk Ini Untuk Mengamankan Data Kamu

Ubah Kebiasaan Buruk Ini Untuk Mengamankan Data Kamu

Ubah Kebiasaan Buruk Ini Untuk Mengamankan Data Kamu

Data yang bersifat pribadi bisa saja menjadi tidak aman dan kamu tidak tahu akan hal itu. Yang sering terjadi adalah kebanyakan orang mempunyai kebiasaan yang buruk mengenai keamanan dalam penggunaan komputer maupun perangkat lainnya sehari-hari. Dan hal tersebut bisa menjadi celah untuk seseorang mencuri data kamu tersebut.

Beberapa kebiasaan buruk tersebut diantaranya: Penggunakan password yang tidak baik, tidak menggunakan software keamanan, sangat naif dan mudah percaya. Untuk mengamankan data yang bersifat pribadi, kamu harus mengubah kebiasaan ini.

Malas dan lalai

Yang paling sering terjadi pada kasus pencurian data adalah kelalaian. Kita tahu bahwa hacker dan malware itu benar-benar ada, dan sistem keamanan tidak dapat menjamin 100% data kita. Dan terkadang kita masih tetap saja mengabaikannya, dan membuat kita terbuka tanpa perlindungan.

Mulailah menggunakan password yang lebih baik. Password yang kuat menggunakan kombinasi karakter seperti alphanumeric, symbolic, kombinasi upper dan lower-case, hindari penggunaan kata yang ada dalam kamus dan harus panjang. Jangan gunakan password seperti “12345678” atau “999999,” karena mudah diingat.

Dan jangan malas untuk mengganti password secara berkala dan jangan menggunakan password yang sama pada setiap yang membutuhkan password. Memperkuat password kamu, dapat mengamankan data dan informasi serta membuat resiko di-hacked semakin berkurang.

Naif

Naif masih merupakan saudara dari malas. Jika kita pikir bahwa malas sebagai keengganan yang disengaja, maka naif sebagai keengganan yang tidak disengaja. Pada pemikiran, kita sering berkata bahwa “saya tidak akan pernah di-hack dan data apa yang akan dicuri dari saya.” Atau “saya tidak pernah mengalaminya, jadi kemungkinan saya tidak akan pernah mengalaminya.” Pemikiran yang semacam ini harus kamu hilangkan, dan kamu harus mulai mengamankan data yang bersifat pribadi.

Mulailah dengan melindungi komputer kamu dengan anti virus, anti malware atau firewall. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat melindungi kamu dari virus ataupun progam jahat lainnya dan mengamankan data kamu selama terkoneksi ke internet.

Mudah percaya kepada orang lain

Jangan mudah percaya kepada orang lain di dunia maya. Kamu harus berhati-hati jangan mudah percaya dengan orang yang baru kamu kenal di dunia maya. Dan jangan pernah kasih tahu jika mereka bertanya mengenai ID, password, PIN, kode verifikasi dan lainnya.

Jangan mudah percaya pada email scam. Banyak sekali modus email scam yang bisa masuk ke dalam inbox kamu, kamu harus mengabaikan email-email tersebut. Modusnya seperti verifikasi transaksi dan kamu diminta untuk mengirimkan data kartu kredit, atau ada juga yang mengirimkan bukti transaksi dalam bentuk file zip, yang didalamnya terdapat program jahat jika kamu buka atau ada email yang mengirimkan link tertentu. Kamu harus abaikan dan langsung hapus email-email tersebut.

Jangan berbagi password dan pin. Jika masih keluarga inti mungkin tidak terlalu jadi masalah, namun jangan pernah memberitahu password atau pin kamu kepada teman ataupun pacar. Karena mereka bisa menjadi mantan, dan membuat masalah pada akun media sosial kamu, apalagi jika kamu memberi tahu informasi mengenai pin atm ataupun data kartu kredit itu bisa menjadi lebih berbahaya.

Mulai sekarang kamu harus mengubah kebiasan-kebiasan di atas, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

 

Jakartawebhosting Banner 468-60px

Comments are closed.