Redirect Domain ke Subdirectory Menggunakan .Htaccess

Pada tulisan kali ini, kami akan menunjukan cara untuk me-redirect domain ke subdirectory menggunakan .htaccess. Hal ini sangat berguna ketika kamu ingin migrasi data dari domain utama ke sub-folder atau sub-directory dan kamu tidak ingin kehilangan traffic pada domain utama. Berikut ini adalah cara untuk me-redirect domain ke subdirectory menggunakan file .htaccess. Continue reading “Redirect Domain ke Subdirectory Menggunakan .Htaccess”

8 Panduan Untuk Memilih Nama Domain

8 Panduan Untuk Memilih Nama Domain

Salah satu kebingungan ketika membangun suatu situs adalah memilih nama domain. Nama domain adalah nama yang digunakan untuk mengakses suatu situs seperti Google.co.id, Detik.com dan lain sebagainya. Pastinya kamu telah mempunyai banyak daftar, tetapi sebelum memutuskannya kamu bisa mengikuti panduan ini.

1. Memilih Nama Domain yang bermerek

Bermerek, ketika kamu atau orang lain mendengar nama situs kamu, terdengar seperti sebuah merek. Misalnya saja kamu ingin membuat situs untuk menjual pasta. Bisa saja kamu memilih nama tokopasta.com, tetapi tidak terdengar seperti suatu merek.

Kamu harus memilih nama yang unik dan orang lain akan mudah mengingatnya, seperti contohnya PastaLabs.com, namanya unik, terdengar seperti merek, dan mudah untuk diingat.

2. Mudah untuk dibaca

Sangat penting untuk memilih nama domain yang mudah untuk dibaca, sehingga orang akan mudah untuk mengingatnya. Seperti contohnya pastaorecchiette.com, untuk orang Indonesia nama ini sulit dilafalkan dan juga tidak mudah untuk diingat.

3. Buat nama yang pendek, namun juga tidak terlalu pendek

Idealnya nama domain terdiri dari satu atau dua kata, dan usahakan tidak lebih dari 15 karakter. Sehingga orang lain akan lebih mudah untuk mengingatnya.

4. Memilih ekstensi

Saat ini banyak ekstensi untuk nama domain dari yang berbayar sampai yang gratis. Yang paling popular adalah .com, kamu bisa memilih ekstensi ini karena masih yang terbaik. Atau jika ingin yang ke-Indonesia-an bisa memilih ekstensi .co.id atau .id.

5. Hindari nama yang bersinggungan dengan perusahaan lain atau merek dagang

Kamu harus berhati-hati disini, tidak boleh memilih nama domain yang ada unsur nama perusahaan lain atau merek dagang. Jika kamu melakukan hal ini bisa saja perusahaan tersebut akan menuntut kamu. Sebagai contoh Apple pernah menuntut pembuat situs iPad3.com dan iPad25.com karena telah menggunakan merek dagangnya, padahal Apple sendiri tidak mempunyai nama domain iPad.com.

6. Tidak menggunakan dash

Hindari untuk memilih nama domain menggunakan simbol dash ‘-‘, seperti contoh toko-pasta.com. Banyak perusahaan yang sudah melakukan riset mengenai hal ini dan sebagai hasilnya sudah tidak banyak lagi yang menggunakan nama dengan simbol dash.

7. Tidak menggunakan angka

Selain dash, sebaiknya kamu tidak menggunakan angka-angka pada nama domain. Orang yang mendengar nama domain kamu(misalnya pasta24.com) dari orang lain, bisa salah mengetik url, menganti 24 menjadi ‘dua empat.’

8. Menggunakan keyword

Usahakan untuk memasukan keyword yang menjelaskan bisnis atau layanan yang kamu tawarkan. Seperti pada contoh nomor 1, PastaLabs.com, terdapat keyword yang menjelas produknya dan juga namanya tetap terdengar unik dan mudah untuk diingat.

Jika sudah mendapatkan nama domain yang diinginkan, kamu harus segera mendaftarkannya. Jakartawebhosting.com menawarkan pendaftaraan nama domain dengan harga yang terjangkau.

Memilih Domain Name

Mengenal Web Domain

Mengenal Web Domain

Mengenal Web Domain
Mengenal Web Domain

Tahukah Anda apa itu web domain? Mungkin ada di antara kalian yang masih belum mengetahuinya. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai web domain. Web domain atau domain adalah alamat situs yang sehari-hari kita ketik pada web browser. Dengan kata lain, domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer. Domain dapat memberikan kemudahkan pengguna di internet untuk melakukan akses ke server dan mengingat server yang dikunjungi dibandingkan harus mengenal deretan nomor (Internet Protocol).

Seperti www.google.com, www.koran-sindo.com, atau yang lainnya. Agar lebih memahaminya, kita akan membahas beberapa istilah yang berkaitan dengan web domain ini.
Sebuah alamat website terdiri dari struktur tetap yang terdiri dari Top Level Domain, Second Level Domain, Third Level Domain dan Sub domain. Berikut ini adalah penjelasannya.

Top Level Domain

Top Level Domain (TLD) adalah bagian dari alamat website yang paling kanan hingga tanda titik. Dari alamat www.google.com, bagian “.com” adalah TLD. Contoh TLD lainnya yakni .net, .org, atau .id.

Terdapat ratusan TLD yang bisa digunakan. Selain TLD klasik seperti .com, .net atau .org, saat ini juga tersedia TLD yang terdiri dari kata seperti .website, .ninja, .travel, atau .yoga. Selain itu, terdapat juga istilah Country Code Top Level Domains (ccTLD). ccTLD adalah TLD khusus yang digunakan untuk negara tertentu. Sebagai contoh, domain .id digunakan untuk negara Indonesia, .us untuk Amerika Serikat, .my untuk Malaysia, .sg untuk Singapura, dan lain-lain.

Second Level Domain

Pada web domain, setelah top level domain bagian selanjutnya adalah SLD atau Second Level Domain. SLD berada setelah TLD, yakni setelah bagian “.com” dari sebuah situs. Sebagai contoh, “google” adalah SLD dari domain www.google.com.

Beberapa domain juga menggunakan second level domain yang seolah-olah bagian dari top level domain. Contohnya, di Indonesia terdapat domain dengan akhiran .co.id, ac.id, atau web.id, seperti yang digunakan oleh www.kaskus.co.id. Bagian “co” di sini tetap disebut sebagai second level domain.

Third Level Domain

Setelah second level domain, masih ada third level domain. Ini adalah bagian selanjutnya dari nama domain. Dari contoh www.kaskus.co.id, kata “kaskus” terletak di bagian third level domain.

Pengertian Sub Domain

Selain struktur heriarki domain: top, second, dan third level domain, juga terdapat istilah Sub Domain. Pada web domain, Sub Domain adalah sebutan untuk domain yang merupakan bagian dari domain utama. Sebagai contoh, jika www.google.com adalah domain utama, maka mail.google.com adalah sub domain dari situs Google. Bagian mail inilah yang dimaksud dengan sub domain.

Anda jangan khawatir, setelah kalian membeli sebuah nama domain, sub domain ini bisa dibuat sesuka hati tanpa biaya tambahan, dengan catatan layanan hosting menyediakan fitur ini.
Demikian penjabaran singkat mengenai web domain. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Nama Domain untuk Website Bisnis Anda

Tips Memilih Nama Domain untuk Website Bisnis Anda

Tips Memilih Nama Domain untuk Website Bisnis Anda
Tips Memilih Nama Domain untuk Website Bisnis Anda

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama dari sebuah situs website, seperti “jualbeli.com”. Nama domain juga disebut sebagai istilah alamat website atau URL. Bagi yang ingin memberi nama untuk website bisnis, Anda bisa memperhatikan beberapa tips di bawah ini.

  1. Penamaan nama domain merupakan hal paling penting untuk diperhatikan. Ada yang menamakan domainnya dengan nama yang tidak umum, karena berpikir nama tersebut bagus dan keren. Hal ini seringkali membuat terjadinya kesalahan penulisan nama saat menulis nama domain pada addres bar dan pencarian di Google oleh konsumen. Untuk itu, perhatikan pemilihan nama domain agar website bisnis Anda mudah diingat dan dikenali.
  2. Pilih nama domain yang sesuai atau mewakili dari isi dan tujuan website bisnis Anda. Selain untuk memudahkan dalam pencarian pada mesin pencari, nama domain yang sesuai dapat memudahkan konsumen mengetahui dengan jelas jenis usaha kita.
  3. Untuk nama domain yang lebih dari satu kata, usahakan menggunakan kata-kata yang umum, sehingga menghindari kesalahan dalam menuliskan nama domain.
  4. Bisa juga domainnya berupa kata kunci untuk memudahkan dalam pencarian di mesin pencari (Google, Yahoo, dan lain-lainnya).
  5. Usahakan pilih nama domain .com untuk jenis website bisnis.

Memberi nama domain itu memang tidak begitu mudah, susah mencarinya, apalagi kalau nama yang kita inginkan sudah dipakai oleh orang lain. Dengan mengetahui beberapa tips dalam memilih nama domain untuk website bisnis Anda di atas, semoga Anda akan terbantu dan terinspirasi untuk membuat nama domain yang sesuai.

Kami juga menyarankan Anda untuk menggunakan web hosting yang kredibel dan terpercaya, serta bebas dari masalah dan gangguan-gangguan dari para pelaku cyber crime yang selalu berusaha untuk merusak website bisnis Anda. Kami menyarankan Anda untuk menggunakan Jakartawebhosting.com sebagai webhosting website bisnis Anda.

Tips Membeli Domain Untuk Personal Blog

Tips Membeli Domain Untuk Personal Blog

Tips Membeli Domain Untuk Personal Blog
Tips Membeli Domain Untuk Personal Blog

Langkah pertama ketika ingin memiliki sebuah personal Blog adalah membeli domain dengan hosting berbayar. Mungkin Anda akan bertanya kenapa harus hosting berbayar, padahal yang gratis banyak tersedia dengan layanan yang tidak kalah lengkap.

Kelak, hal ini akan berpengaruh pada kredibilitas Anda sebagai blogger professional, jika itu tujuan Anda membangun sebuah personal Blog. Pastinya Anda tidak ingin Blog Anda dibanned oleh Google.

Berikut adalah beberapa tips yang harus dipertimbangkan ketika ingin membeli domain untuk personal Blog.

1. Memilih domain [dot] com akan menjadi prioritas karena memberikan ciri karakteristik sebagai perusahaan mandiri. Jika berhubungan dengan personal Blog, sebaiknya hindari domain-domain seperti [dot] net, [dot] biz apalagi [dot] info.

2. Nama domain yang menarik akan membuatnya mudah diingat oleh pengunjung. Selalu utamakan nama yang mewakili bisnis yang Anda jalankan, karena sebuah domain adalah porperti intelektual Anda.

3. Untuk Anda yang menargetkan kata kunci, membeli domain dengan kata kunci di dalamnya adalah keharusan. Hal ini akan mempermudah pengunjung menebak subjek utama dalam personal Blog Anda dan berhubungan dengan kecepatan pencarian.

4. Membeli domain bernama panjang bukan masalah, namun nama yang pendek akan diingat hampir sama dengan nama yang menarik.

5. Penggunaan tanda penghubung (-) pada nama domain adalah alternatif yang dapat dilakukan ketika Anda kesulitan dalam menemukan nama yang menarik.

6. Perhatikan branding. Seseorang tidak akan suka jika merek yang sudah dipilihnya dimasukkan ke dalam nama domain personal Blog Anda.

7. Jika personal Blog Anda tidak menargetkan niche tertentu, mungkin nama Anda atau nama lokasi akan menjadi pilihan bagus selama ini bisa dikenal dan fleksibel untuk topik apapun.

Alasan membeli domain untuk personal Blog adalah agar orang-orang mengunjunginya dan mengenal Anda melalui semua postingan di sana, sehingga dapat dipastikan sebuah personal Blog akan membutuhkan traffic. Tidak ada gunanya memilikinya jika tidak ada pengunjung bukan? Di sinilah nama domain akan sangat berpengaruh. Personal Blog berhubungan erat dengan personal branding, untuk itu bijaksanalah dalam memilih nama ketika membeli domain.